Temu Wicara ISBN dengan Perpusnas

KABAR LTPS - Admin | 2/10/2015 | 865 kali dibaca

Temu WicaraKamis, 01 Oktober 2015, LTPS mendapat undangan untuk mengikuti acara Temu Wicara ISBN yang diselenggarakan oleh Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas). Acara yang mengusung tema “Keterkaitan ISBN dalam Penilaian Karya Tulis di Lingkungan Perguruan Tinggi” ini diikuti oleh 60 penerbit Perguruan Tinggi di Yogyakarta, termasuk LTPS, yang juga telah beberapa kali menerbitkan buku.

Hadir sebagai pembicara Ibu Welmin Sunyi Ariningsih, Deputi Bidang Pengambangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, dan Bapak Bambang Purwanto dari Universitas Gadjah Mada.

Ibu Welmin dalam paparannya mengatakan, bahwa saat ini banyak sekali penerbit-penerbit perguruan tinggi. Satu perguruan tinggi biasanya memiliki banyak penerbit, mulai dari universitas, fakultas, jurusan, prodi, sampai lembaga PT mempunyai penerbit sendiri-sendiri. Tapi kebanyakan hidup (ada terbitan) pada musim tertentu saja. “Alangkah baiknya jika PT mempunyai satu unit penerbitan saja, sebagai University Press”, papar beliau. Beliau juga mengingatkan bahwa setelah nomor ISBN terbit, maka penerbit mempunyai kewajiban untuk mengirimkan 2 eks buku ke perpusnas. Sehingga dengan hal ini perpusnas bisa menjadi Etalase penerbitan buku-buku di Indonesia.

Bapak Bambang Purwanto lebih menyoroti pada pentingnya nomor ISBN untuk penilaian angka kredit kenaikan jabatan seorang dosen. Beliau menyampaikan bahwa saat ini banyak dosen yang melakukan perbuatan tercela dengan mengarang nomor ISBN untuk buku yang mereka tulis, “Setelah tim mengecek di pangkalan data Perpusnas, ternyata nomor tersebut tidak eksis”. Beliau juga menyampaikan banyak buku yang diterbitkan oleh dosen, dan mempunyai ISBN resmi dari perpusnas, tapi setelah dicek di pasaran buku tersebut juga tidak ada, ini mengindikasikan bahwa buku tersebut terbit hanya untuk kepentingan kenaikan pangkat saja. “Biasanya ada tindakan tertentu dari tim penilai DIKTI”, papar beliau.

Acara yang berlangsung di Harper Mangkubumi Hotel ini ditutup dengan diskusi antara penerbit dan perpusnas. Masing-masing pihak menyampaikan harapannya tentang penerbitan buku khususnya dari penerbit perguruan tinggi.

Diarsip dalam: Berita |