Menyusun Kegiatan PhET Menggunakan Siasat Penemuan Terpandu

KABAR LTPS - Admin | 2/11/2009 | 2189 kali dibaca

Oleh Rachmad Resmiyanto
rachmadresmi [at] yahoo.com

moving-man-screenshot

Simulasi PhET secara khusus didesain dan diuji untuk mendukung pembelajaran [maha]siswa (murid). Simulasi-simulasi yang ada tidak akan pernah sempurna fungsinya dalam pembelajaran kecuali dilengkapi dengan panduan-panduan. Untuk menyempurnakan fungsi simulasi yang ada sehingga dapat digunakan dalam pembelajaran dengan baik, PhET memerlukan kepiawaian guru untuk menyusun desain kegiatan PhET. Jelas sekali, di sini daya imajinasi kita amat berperan. Beberapa saran tentang langkah-langkah yang mungkin berfaidah ialah sebagai berikut:

  1. Buat takrif/definisi dari tujuan pembelajaran
    Tujuan pembelajaran sebaiknya spesifik dan terukur. Ada beberapa simulasi yang kompleks dan mungkin akan membuat murid menjadi bingung, karenanya arahkan fokusnya dengan tujuan pembelajaran.
  2. Dorong murid-murid untuk menggunakan daya nalar (sense-making) dan argumentasi
    Kegiatan itu sebaiknya diarahkan untuk memacu murid menggunakan simulasi dalam arti pembelajaran bukan sekedar penampilan permainan. Apa yang dapat mereka pelajari  tentang fisika? Hubungan apa yang dapat ditemukan? Bagaimana ceritanya kok bisa seperti itu? Bagaimana mereka menerangkan apa yang sudah mereka temukan?
  3. Hubungkan dengan bangunan pengetahuan  murid sebelumnya (miskonsepsi yang sering terjadi)
    Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang bisa memicu gagasan-gagasan kreatif murid. Pandulah murid untuk menggunakan simulasi untuk menguji dan mengkonfirmasi gagasan mereka atau konfrontasikan miskonsepsi-miskonsepsi yang ada? Sediakanlah jalan/cara bagi mereka untuk menyelesaikan pengertian yang ada pada mereka.
  4. Hubungkan dengan pengalaman dunia nyata
    Murid akan belajar banyak jika mereka dapat melihat bahwa pengetahuan yang sedang dipelajari memiliki kaitan dengan kehidupan sehari-hari. Simulasi yang ada sudah menggunakan gambar-gambar keseharian, tetapi pelajaran  sebaiknya secara tegas (eksplisit) membantu mereka untuk menghubungkan ke kehidupan mereka. Ketika menyusun pertanyaan dan contoh, sebaiknya dipertimbangkan juga minat mereka, umur dan jenis kelamin.
  5. Desain kegiatan kolaboratif
    Simulasi menyajikan bahasa yang umum bagi murid untuk membangun pengertian mereka bersama. Pembelajaran akan semakin mengasyikkan jika mereka dapat mengkomunikasikan gagasan-gagasan mereka dan saling berargumentasi satu sama lainnya. Suasana kelas pasti akan menjadi hidup.
  6. Berikan petunjuk simulasi yang minimal saja
    Simulasi  didesain dan diuji untuk mendorong murid melakukan eksplorasi. Petunjuk simulasi yang terlalu detil justru akan mengungkung kebebasan mereka dalam eksplorasi simulasi.
  7. Buat sedemikian rupa sehingga membutuhkan argumentasi dan diagram
    Pembelajaran akan lebih efektif jika murid juga diminta untuk mengajukan argumentasi-argumentasi mereka dalam cara-cara yang beragam.
  8. Bantulah murid untuk memonitor pengertian mereka
    Sediakan kesempatan bagi murid untuk mengecek pengertian mereka sendiri. Salah satu caranya adalah meminta mereka untuk memprediksi sesuatu berdasarkan pengetahuan baru mereka dan kemudian cek kembali prediksi tersebut dengan simulasi.

Pustaka

PhET  Free online physics, chemistry, biology, earth science and math simulations http://phet.colorado.edu

Diarsip dalam: Tulisan |